Mengenal Biologi Sebagai Ilmu
Manusia dengan akalnya telah menunjukkan kelebihannya
dibandingkan dengan makhluk lainnya, yaitu mampu belajar dan mengembangkan
berbagai ilmu pengetahuan. sebagai seorang calon ilmuwan tentu kamu dapat
membayangkan bagaimana kondisi orang tuamu ketika masih kecil dengan dirimu
sendiri. Bukan hanya dari fisik mereka saja yang mengalami perubahan melainkan
juga dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi. Apalagi jika membayangkan
kondisi pada masa kehidupan manusia purba. Ini membuktikan bahwa manusia dengan
akalnya telah berhasil mengangkat peradabannya dari zaman ke zaman.
Berbagai disiplin ilmu pengetahuan telah berkembang dan
memberikan sumbangan terhadap peningkatan kualitas hidup bagi manusia. Demikian
pula dengan biologi, sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang
mengkaji tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan makhluk hidup dan
kehidupannya.
A.
Biologi Sebagai Ilmu
Ilmu pengetahuan lahir dari akal manusia yang tersusun
secara sistematis. Semua hal dinamakan ilmu pengetahuan jika memiliki syarat
atau ciri-ciri tertentu.
Ciri-Ciri
Ilmu Pengetahuan adalah :
1.
Memiliki Objek
Setiap ilmu umumnya membatasi diri pada segi kajian
tertent. Misalnya kimia mengkaji pada objek atom, unsur-unsur atom dan
karakteristik dari setiap atom itu sendiri. Sama halnya dengan biologi, ilmu
ini memfokuskan pada objek makhluk hidup.
2.
Menggunakan
Metode
Berkembangnya ilmu pengetahuan tidak adapat terjadi secara
kebetulan ataupun asal-asalan, melainkan mengikuti metode tertentu. Dalam
mempelajari objek biologi digunakan metode ilmiah untuk menemukan kebenarannya.
3.
Sistematis
Agar mudah dikaji ilmu pengetahuan harus tersusun mulai
dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. Konsep yang mendasari harus
mengandung hubungan sebab akibat yang saling mendukung dan bukan saling
bertentangan
4.
Universal
Kebenaran yang disajikan dalam ilmu pengetahuan harus
berlaku secara umum. Misalnya, kaidah tentang reproduksi generatif merupakan
cara reproduksi organisme yang harus di dahului dengan peleburan sel.
5.
Objektik
Objektif artinya pernyataab dalam suatu ilmu pengetahuan
harus bersifat jujur, yaitu menggambarkan kondisi apa adanya, mengandung data
atau informasi yang sebenarnya, bebas dari prasangka, kesenjangan, atau
kepentingan pribadi.
6.
Analistis
Kajian dari sebuah ilmu akan menuju hal-hal yang lebih
khusus seperti sifat, peranan dan berbagai hubungan. Untuk memahami hal yang
bersifat khusus perlu pengkajian secara khusus. Oleh karena itu, sebuah ilmu
akan terbagi menjadi berbagai cabang ilmu dengan kajian yang lebih khusus.
Contohnya biologi mempunyai cabang zoologi, botani, fisiologi, anatomi,
genetika dan embriologi.
7.
Verifikatif
Kebenaran dalam sebuah ilmu bukanlah bersifat mutlak tetapi
bersifat terbuka atau verifikatif (kebenaran ilmiah). Artinya sesuatu yang
dianggap benar suatu mungkin menjadi salah bila ditemukan bukti-bukti baru yang
menentang kebenaran sebelumnya.
B. Objek
dan Persoalan Biologi
Gambar 1.1 Hirarki
Struktural Biosains
C.
Cabang-Cabang Ilmu Biologi
Ruang lingkup biologi yang makin meluas, menuntut para ahli
biologi untuk membuat pengkhususan kajian sesuai pada objeknya yang lebih
mendalam sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi kehidupan pada
umumnya.
Ibarat pohon, biologi merupakan pohon ilmu yang sangat besar memiliki cabang-cabang ilmu dan tiap cabang menghasilkan anak cabang ilmu baru yang berkembang pesat. berikut cabang biologi yang tengah berkembang, antara lain:
Cabang
Ilmu Biologi
Sumber
: Marx, Jean. L. 1991. Revolusi Bioteknologi.
|
No |
Cabang
Biologi |
Objek
yang di kaji |
|
1 |
Anatomi |
Ilmu
yang mempelajari struktur organisme dan bagian-bagiannya |
|
2 |
Biokimia |
Ilmu
yang mempelajari proses kimia dan fisiokimia yang berlangsung di dalam
organisme |
|
3 |
Biofisika |
Ilmu
yang menganalisa biologi yang ditinjau berdasarkan ilmu fisika |
|
4 |
Biogeografi |
Cabang dari biologi yang
mempelajari tentang keanekaragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu |
|
5 |
Bioteknologi |
Cabang
ilmu biologi yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup |
|
6 |
Botani |
Ilmu
yang mempelajari dunia tumbuhan |
|
7 |
Sitologi |
Struktur
dan fungsi sel tubuh makhluk hidup |
|
8 |
Ekologi |
Hubungan
timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya |
|
9 |
Evolusi |
Sejarah
perkembangan makhluk hidup dari tingkat rendah ke tingkat tinggi |
|
10 |
Palaeontologi |
Fosil
dan hubungannya dengan sejarah bumi |
|
11 |
Zoologi |
Ilmu
yang mempelajari dunia hewan |
|
12 |
Mikologi |
Ilmu
yang mempelajari jamur dan seluk beluknya |
|
13 |
Mikrobiologi |
Mikroorganisme
/jasad renik dan seluk beluknya |
|
14 |
Virologi |
Virus
dan seluk beluknya |
|
15 |
Histologi |
Struktur
dan fungsi jaringan tubuh makhluk hidup |
|
16 |
Morflologi
|
Struktur
luar tubuh makhluk hidup |
|
17 |
Anatomi
|
Letak
dan Struktur Organ-organ tubuh makhluk hidup |
|
18 |
Fisiologi |
Faal
kerja organ-organ tubuh makhluk hidup |
|
19 |
Taksonomi |
Pengelempokan/Klasifikasi
makhluk hidup |
|
20 |
Embriologi |
Perkembangan
embrio dari zigot sampai janin beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya |
|
21 |
Genetika
|
Mekanisme
dan hukum-hukum pewarisan sifat |
|
22 |
Ornitologi |
Serangga
dan seluk beluknya |
|
22 |
Higiene |
Kesehatan
|
|
23 |
Patologi |
Penyakit-penyakit
yang menyerang makhluk hidup |
|
24 |
Bakteriologi |
Bakteri
dan seluk beluknya |
|
25 |
Parasitologi |
Parasit
dan seluk beluknya |
D. Manfaat
dan Bahaya Mempelajari Biologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan diharapkan memberikan
konstribusi kepada kesejahteraan bagi kehidupan. Dengan berkembangnya berbagai
cabang biologi akan semakin bertambah besar peluang manfaat yang disumbangkan
oleh biologi, antara lain.
1.
Memberikan pemahaman
lebih mendalam kepada diri seseorang yang dapat diterapkan sebagai dasar untuk
meningkatkan taraf hidupnya.
2.
Memberikan pengetahuan
akan berbagai sumber daya hayati yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup
manusia.
3.
Memberikan rangsangan
pada manusia untuk melakukan diverifikasi pemanfaatan sumber daya hayati
sehingga diperoleh sumber baru yang berbeda
4.
Memberikan pengetahuan
untuk melakukan konservasi terhadap sumber daya hayati agar tidak punah.
Seseorang yang memahami biologi akan bersikap dan bertindak
lain dalam menghadapi permasalahan kehidupan dibandingkan dengan orang yang
tidak memiliki pemahaman biologi. Contohnya, ketika munculnya wabah COVID-19
anggota masyarakat disarankan untuk menggunakan masker. Orang awam mungkin
beranggapan dengan menggunakan masker mereka tidak akan terkena COVID. Sementara
itu bagi yang memahami akan virus, mereka menyadari hanya untuk mencegah
meluasnya virus COVID saja, dan mereka selalu waspada dengan menjaga kebersihan
serta mempersiapkan tindakan yang tepat bila menjumpai gejala COVID di masyarakat.
Gambar 1.2 Virus COVID-19
Selain memiliki manfaat, ilmu pengetahuan juga memiliki
sisi negatif yang tidak diinginkan. Perkembangan biologi dalam teknik rekayasa
genetika tidak diragukan lagi dapat menghasilkan bibit-bibit unggul yang
bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Jika teknik ini disalah-gunakan
oleh orang yang tidak bertanggung jawab, mungkin dapat menghasilkan bibit-bibit
yang malah membahayakan bagi kehidupan. Bila in terjadi, kesejahteraan hidup
yang seharusnya disumbangkan ilmu pengetahuan tidak tercapai, tetapi justru menyengsarakan
kehidupan.
Untuk menghindari penyelewengan dan penyalahgunaan
teknologi, khususnya dibidang biologi, baru-baru ini dikembangkan aturan-aturan
baku atau etika yang harus diperhatikan oleh para ahli yang tertarik pada objek
penelitian biologi yang disebut bioetika. Bioetika memuat tentang
norma-norma atau kesepakatan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan
saat penelitian biologi.
Salam blogger, tetap semangat dalam membangun blog yang positif dan bermanfaat, jangan lupa berkunjung siapa tahu ada info yang saling berkaitan dengan blog kamu.
ReplyDeleteSalam CodeFlare
thanks for your advice
Delete