10 Tanda Keuangan yang Sehat dan Aman, Yuk Kenali Kondisi Finansial Kamu!
Mungkin dari kecil kita diajarkan bagaimana untuk mendapatkan nilai dan pekerjaan yang bagus sehingga mendapatkan gaji yang besar. Selain itu telinga kita yang terbiasakan mendengar istilah jika rajin pangkal pandai, menabung pangkal kaya. Namun sayangnya kita tidak pernah diajarkan orang tua atau sekolah bagaimana untuk mengolah dan mengalokasikan uang kita. Kita juga tidak pernah diajarkan bahwa uang bisa bekerja untuk kita.
Kebanyakan orang beranggapan bahwa gaji yang besar merupakan tanda kondisi finansial yang sehat. Padahal kondisi finansial yang sehat dan aman tidak selalu tercemin dari besarnya gaji. Faktanya orang yang mendapatkan gaji besar akan cenderung bersifat konsumtif dan meningkatkan standar hidupnya. Faktor lain orang tersebut hanya berfokus pada saat ini dan tidak peduli masa depan
Berikut ini adalah ciri-ciri tanda keuangan yang sehat dan aman. Yuk cari tahu !
1. Pengeluaran Bulanan Ngga lebih dari 50% pendapatan
Mungkin sebagian orang mempunyai pendapatan yang besar dan oke. Namun tidak sedikit orang juga mengeluhkan penghasilannya, yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Padahal jika ditelusuri penyebab masalah gaji tidak mencukupi kebutuhan, adalah kurang tepat pengelolaannya. Mereka masih kurang mengerti dengan skala prioritas. Kita sarankan jika anda mempunyai penghasilan sebesar Rp. 1.000.000,00 usahakan pengeluaran anda tidak lebih dari 50% pendapatan (Rp. 500.000,00)
2. Cicilan Maksimal 35% penghasilan per bulan
Banyak orang Indonesia, membeli suatu barang lebih menyukai berhutang dan mencicilnya setiap bulan daripada membayar dengan cash. Membeli barang dengan mencicil di maraknya aplikasi seperti shopee pay later sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia. Mereka membeli barang dan menyicil tentunya ada beberapa alasan. Contohnya mereka tidak cukup uang untuk membeli barang seperti laptop dan handphone terutama bagi kalangan remaja atau mahasiswa. Nah, tidak sedikit dari aplikasi pay later ini memberikan penawaran menarik seperti tenor pelunasan yang panjang dan minimal bunga. Namun jika ditelaah lagi membeli barang dengan cara berhutang dan mencicilnya hanya memberikan keuntungan pada aplikasi tersebut. Coba anda bayangkan, misalnya anda membeli laptop dengan harga Rp 10.000.000,00 pada aplikasi shopee dengan metode pembayaran pay later. Dan anda mengambil tenor 12 bulan pembayaran, dengan bunga 2.95% per bulan. Laptop yang anda beli, jika dibayar dengan cash hanya menghabiskan uang Rp 10.000.000,00 saja. Bandingkan jika anda membeli laptop dengan pay later, anda akan membayar sebesar Rp 1.128.333 per bulan. Dalam setahun uang tersebut akan terkumpul Rp 13.450.000,00 melebihi harga normalnya bukan?. Nah untuk menjaga kondisi finansial supaya tetap aman,disarankan membeli suatu barang harus dengan tunai. Namun jika anda tidak memiliki cukup uang, untuk membeli barang tersebut usahakan anda menabung terlebih dahulu. Tetapi di lain hal, anda merasa sangat butuh barang tersebut dan terdesak. Anda boleh menyicilnya dengan syarat usahakan cicilan per bulan maksimal 35% dari income.
3. Menyiapkan Dana Darurat Minimal 6 kali Pengeluaran
Dilansir situs Kementerian Keuangan RI, Kamis (22/2/2024), dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk disimpan sebagai bentuk antisipasi dan dapat digunakan dalam keadaan darurat yang tidak diantisipasi atau tidak diharapkan terjadi. Pada umumnya dana darurat harus dipersiapkan sebanyak 12 kali pengeluaran. Namun jika anda merasa tidak sanggup mengumpulkan dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran anda bisa meminimalisir menjadi 6 kali saja. Dana darurat digunakan jika kondisi anda terdesak dengan keadaan, misal amit-amit anda mengalami PHK dari sebuah perusahaan dan tiba-tiba menganggur. Uang dana darurat akan mengkover kebutuhan anda selama 6 bulan sampai anda menemukan pekerjaan baru lagi. Nah, bagaimana menghitung dana darurat?. Contohnya pengeluaran anda selama setiap bulan sebesar Rp 3.000.000,00. Total dana Darurat Rp 3.000.000,00 x 6 = Rp 18.000.000,00
4. Mengatur Pengeluaran Dengan Cermat
Salah satu dasar manajemen finansial yang harus dilakukan generasi millenial seperti anda ialah mengatur pengeluaran dengan cermat. Contohnya mencatat atau melakukan pembukuan tentang uang masuk dan keluar secara konsisten setiap bulan
Salah
satu cara mengatur kondisi keuangan agar tetap aman dan sehat adalah mempunyai
rencana masa depan. Menentukan tujuan atau rencana untuk masa depan itu
penting. Tujuan hidup sabagai acuan dan motivasi agar tetap konsisten dalam
membangun kondisi keuangan kita. Misalnya tahun depan tujuan hidup anda adalah
ingin menikah dan membutuhkan dana sebesar Rp 50.000.000,00. Dengan adanya
tujuan atau target anda akan tahu langkah tepat apa yang dilakukan untuk
mencapai target dalam kurun waktu tersebut.
6. Rutin Melakukan Financial check-up
Mengecek
kondisi keuangan secara rutin merupakan cara terbaik untuk mengetahui kondisi
terkini finansial kita. Seseorang yang sudah mengerti tentang safe financial
money akan melakukan pengecekan secara berkala misal 3, 6 atau 9 bulan
sekali. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui apakah pengeluaran selama
periode tertentu terlalu banyak sehingga tabungan menjadi menipis atau justru
tabungan sudah cukup aman dan kita bisa bernafas lega untuk beberapa waktu ke
depan. Financial check-up merupakan salah satu patokan perencanaan yang
harus dilakukan untuk mencapai target keuangan.
7. Mempunyai Aset Investasi
Seseorang yang sudah sehat secara kondisi keuangan biasanya menjadikan investasi sebagai persiapan di masa depan agar nilai uang tersebut tidak tergerus inflasi. Orang dalam ketegori ini tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam jangka waktu pendek, karena hal tersebut akan menimbulkan kerugian besar dikemudian hari.
8. Mempunyai Proteksi Asuransi Jiwa, Kesehatan dan Aset Pribadi
Asuransi sebagai proteksi atau perlindungan keuangan yang menjamin kekayaan tidak terpengaruh meski harus membayar pengobatan yang mahal. Oleh sebab itu seseorang yang sudah sehat secara keuangan menganggap asuransi sangat penting dimiliki dan dikelola dengan baik.
9. Mampu Membayar Tagihan Tepat Waktu
Membayar tagihan hutang tepat waktu menunjukkan bahwa seseorang memiliki kebiasaan keuangan yang baik dan teratur, mempunyai arus kas positif dan melakukan perencanaan pengeluaran jauh-jauh hari. Ketepatan dalam membayar tagihan mencerminkan stabilitas finansial jangka panjang. Ini membuktikan bahwa seseorang tidak hanya memiliki income yang cukup, tetapi juga cadangan dana darurat untuk mengatasi pengeluaran tak terduga.
10. Mampu Membeli Barang yang Diinginkan
Jika seseorang mampu membeli barang yang mereka inginkan tanpa merasa kesulitan dalam hal keuangan, ini membuktikan bahwa mereka memiliki pendapatan atau tabungan yang cukup. Orang tersebut mencerminkan kestabilan keuangan yang memungkinkan untuk memenuhi keinginan tanpa berisiko terjebak masalah utang
Nah, itu tadi tanda-tanda generasi muda yang sudah sehat dan aman finansialnya. Kamu salah satunya bukan? Kalau poin-poin tadi belum kamu miliki, jangan khawatir dan tetap semangat, ya!
0 Response to "10 Tanda Keuangan yang Sehat dan Aman, Yuk Kenali Kondisi Finansial Kamu!"
Post a Comment